AMBON, KIBLATMALUKU.COM – Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di kawasan BTN Gadihu Indah Residence, Desa Batu Merah, menyusul curah huan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir. Sabtu, (9/5).
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi pimpinan BPBD Kota Ambon, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kota Ambon Roberd Sapulette, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kehadiran pemerintah kota di lokasi bencana tidak hanya untuk melihat langsung dampak longsor, tetapi juga memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
“Kami dari Pemerintah Kota Ambon menyampaikan rasa prihatin dan turut merasakan musibah yang dialami warga. Pemerintah hadir untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik, cepat, dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara maksimal,” ujar Wattimena di hadapan warga.

Selain itu, Wattimena mengimbau masyarakat agar tidak membangun rumah di kawasan lereng yang rawan longsor maupun wilayah yang berpotensi terjadi bencana alam.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan tata ruang dan mitigasi bencana sangat penting guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
“Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak membangun hunian di sekitar lereng karena dapat membahayakan keselamatan warga sendiri,” ungkapnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, longsor di BTN Gadihu Indah Residence menyebabkan sejumlah rumah terdampak dan material longsor menutup aliran sungai di sekitar lokasi.
Pemerintah Kota Ambon, lanjut Wattimena, telah menginstruksikan BPBD Kota Ambon untuk segera membuka aliran sungai yang tertutup longsoran guna mencegah luapan air ke permukiman warga.
“Syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun selain rumah terdampak, aliran sungai juga tertutup material longsor. Karena itu kami memastikan BPBD segera melakukan penanganan agar sungai tidak meluap ke rumah warga,” pungkasnya. (KEN)

